Mengkonfigurasi Zona PTR Reverse Lookup Di Bind9 DNS Server- Memetakan IPv4 ke Hostname

Terbit: Perbarui:
Tags


BIND dapat digunakan untuk menjalankan server DNS caching atau server nama otoritatif, dan menyediakan fitur seperti penyeimbangan beban, pemberitahuan, pembaruan dinamis, DNS terpisah, DNSSEC, IPv6, dan banyak lagi. Berkeley Internet Name Domain (BIND) adalah server Sistem Nama Domain (DNS) paling populer yang digunakan saat ini.

Salah satu kelebihan Bind adalah mampu membuat banyak zona PTR. Reverse DNS adalah proses menggunakan DNS untuk menerjemahkan alamat IP menjadi nama host. Reverse DNS adalah kebalikan dari Forward DNS, yang digunakan untuk menerjemahkan nama host ke alamat IP.

Meskipun artikel ini kami tulis di Debian, namun semua skrip untuk penulisan zona PTR di Bind9 dapat anda gunakan untuk semua sistem operasi.

A. Tentang Reverse DNS

Reverse DNS (rDNS) adalah proses pemetaan alamat IP kembali ke nama host atau nama domain. Catatan PTR (Pointer) adalah jenis catatan DNS yang digunakan untuk melakukan pemetaan terbalik ini. Sementara DNS penerusan memetakan nama domain ke alamat IP.

Sedangkan rDNS melakukan yang sebaliknya dan memverifikasi nama domain mana yang terkait dengan alamat IP tertentu. Verifikasi ini penting karena beberapa alasan, termasuk validasi server email dan diagnostik jaringan.

Permintaan DNS biasa akan menyelesaikan alamat IP yang diberikan nama domain, oleh karena itu disebut "DNS terbalik". Jenis catatan PTR khusus digunakan untuk menyimpan entri DNS terbalik. Nama catatan PTR adalah alamat IP dengan segmen terbalik seperti "31.168.192.in-addr.arpa".

Permintaan DNS terbalik sering digunakan untuk menyaring spam. Spammer dapat dengan mudah mengatur alamat email pengirim menggunakan nama domain apa pun yang mereka inginkan, termasuk nama domain yang sah seperti bank atau organisasi tepercaya.

Server email penerima dapat memvalidasi pesan masuk dengan memeriksa alamat IP pengirim menggunakan permintaan DNS terbalik. Jika email tersebut sah, resolver rDNS harus sesuai dengan domain alamat email tersebut.

Kelemahan teknik ini adalah beberapa server email yang sah tidak memiliki pengaturan data rDNS yang tepat untuk merespons dengan benar karena dalam banyak kasus, ISP mereka harus mengatur data tersebut.

B. Memahami Catatan RDN dan PTR

Sebelum menyelami proses konfigurasi, penting untuk memahami konsep dasar tentang RDN dan PTR. Pada artikel ini kami coba mengurai secara lugas kedua pengertian tersebut.

b.1. Apa itu DNS Terbalik (rDNS)?

Reverse DNS adalah metode yang digunakan untuk menyelesaikan alamat IP kembali ke nama domain yang sesuai dengan alamat IP tersebut. Dalam kueri DNS standar, nama domain diterjemahkan ke dalam alamat IP, misalnya domain unixshell.top memiliki alamat IP 192.0.2.1.

Reverse DNS melakukan fungsi sebaliknya, menerjemahkan alamat IP address ke nama domain, misalnya, IP address 192.0.2.1 adalah milik domain unixshell.top. Proses ini sangat penting dalam memverifikasi keabsahan alamat IP address.

Jadi antara IP address dan nama domain, memiliki ketergantungan dan keterkaitan yang tidak dipisahkan. Setiap nama domain harus memiliki alamat unix IP address, namun setiap alamat IP address tak harus memiliki nama domain.

b.2. Apa itu Catatan PTR?

Catatan PTR (Pointer) adalah jenis catatan DNS yang digunakan khusus untuk pencarian DNS terbalik. Catatan PTR berada di zona kebalikan dari ruang alamat IP dan digunakan untuk mengaitkan alamat IP dengan nama host kanonik. Saat seseorang melakukan pencarian terbalik, server DNS berkonsultasi dengan catatan PTR untuk menentukan nama domain yang terkait dengan alamat IP tersebut.

Karena kita berbicara tentang pengalamatan domain, pembagian jaringan menjadi subnet tidak menjadi masalah dalam kasus ini. Nama diperlakukan sama persis dengan nama domain biasa. Ini berarti bahwa sistem nama domain mesin dalam domain ini dapat direpresentasikan, perhatikan gambar di bawah ini.

zone ptr bind9 dns server
Diagram Zone PTR Reverse Lookup addr-arpa-ipv4

C. Membuat Zona PTR

Alokasi alamat IP pada dasarnya adalah pendelegasian wewenang untuk membalikkan peta alamat IP. Jadi, karena RIR dialokasikan satu blok jika alamat IP, ia mengambil tanggung jawab otoritatif untuk mendelegasikan peta revesre dan mengoperasikan infrastruktur DNS peta terbalik pada levelnya. Demikian pula LIR atau NIR melanjutkan pendelegasian hingga mencapai pelanggan akhir. Gambar di bawah ini menunjukkan pengalokasian alamat IP hingga ke konsumen (pengguna akhir).

alokasi alamat ip
Diagram Alokasi alamat IP yang diatur oleh IANA

Seluruh isi pada artikel ini telah kami praktekkan di server Debian di mesin Virtual Private Hosting (prohoster.info). Untuk membuat zona PTR kami menggunakan Bind9.20 sebagai aplikasi DNS Server. Kami anggap server Bind anda telah berjalan dengan normal. Buka file "/etc/bind/named.conf.local", setelah itu anda ketikkan skrip pada file tersebut seperti contoh di bawah ini.

zone "122.83.45.in-addr.arpa" {
    type master;
    file "/var/lib/bind/zones/db.122.83.45";
//    key-directory "/var/lib/bind/keys";
//    dnssec-policy high;
//  journal "/var/cache/bind/truested.mkeys.jnl";
//    inline-signing yes;
//    update-policy local;
//    sig-validity-interval 20 10;
// 216.218.133.2; 2001:470:600::2; he.net
//checkds explicit;
    };

Setelah anda menuliskan skrip di atas, lanjutkan dengan membuat file zona "/var/lib/bind/zones/db.122.83.45", dan tambahkan skrip berikut ini.

$ORIGIN 122.83.45.in-addr.arpa.
$TTL 86400
122.83.45.in-addr.arpa.    IN    SOA    dns5.unixshell.top. iwanse1212.yandex.com. (
				2025083020 ; serial
				86400 ; refresh (1 day)
				3600 ; retry (1 hour)
				2419200 ; expire (4 weeks)
				86400 ; minimum (1 day)	
                                )

; name servers
122.83.45.in-addr.arpa.		300	IN	NS	dns5.unixshell.top.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      slave.dns.he.net.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns3.he.net.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns2.he.net.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns5.he.net.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns1.he.net.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns4.he.net.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns1.afraid.org.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns2.afraid.org.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns3.afraid.org.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns4.afraid.org.
122.83.45.in-addr.arpa.		300     IN      NS      ns2.trifle.net.
; dnshenet-key.3.238.185.in-addr.arpa.	600	IN	TXT	"uKkN0AscTB4Xu3n6llWzGDnlofrQVAxrL2EFU97tdPs"

; PTR Records
; 236.3.238.185.in-addr.arpa.		600	IN	PTR	dns5.unixshell.top.
78.122.83.45.in-addr.arpa.		600	IN	PTR	unixshell.top.
75.122.83.45.in-addr.arpa.		600	IN	PTR	linux.unixshell.top.

Simpan perubahan dan konfigurasikan ulang server Bind9.

root@dns5:~# rndc reconfig
root@dns5:~# rndc reload

D. Memeriksa Zona PTR

setelah anda menyelesaikan semua langkah di atas, lakukan pemeriksaan terhadap zona PTR yang telah anda buat. Sebelum menjalankan perintah pemeriksaan pastikan semua file konfigurasi dan zona berjalan normal. Jalankan perintah di bawah ini untuk memeriksa file zona tersebut.

root@dns5:~# named-checkconf /usr/local/etc/bind/named.conf
root@dns5:~# named-checkzone 122.83.45.in-addr.arpa /var/lib/bind/zones/db.122.83.45
zone 122.83.45.in-addr.arpa/IN: loaded serial 2025083020
OK
root@dns5:~#

Perintah di bawah ini dapat anda gunakan untuk memeriksa fila zona PTR.

root@dns5:~# dig 2.1.16.172.in-addr.arpa PTR

; <<>> DiG 9.20.12 <<>> 2.1.16.172.in-addr.arpa PTR
;; global options: +cmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NXDOMAIN, id: 58579
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 0, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 1

;; OPT PSEUDOSECTION:
; EDNS: version: 0, flags:; udp: 1232
; COOKIE: 9564b3cc6a67729d0100000068b2f713c818bdd4375381c5 (good)
;; QUESTION SECTION:
;2.1.16.172.in-addr.arpa.       IN      PTR

;; AUTHORITY SECTION:
16.172.IN-ADDR.ARPA.    86400   IN      SOA     16.172.IN-ADDR.ARPA. . 0 28800 7200 604800 86400

;; Query time: 0 msec
;; SERVER: 2a0d:1640:1:241::1#53(2a0d:1640:1:241::1) (UDP)
;; WHEN: Sat Aug 30 16:05:23 EEST 2025
;; MSG SIZE  rcvd: 134
root@dns5:~# dig -x 45.83.122.78 +trace
root@dns5:~# nslookup 45.83.122.78
root@dns5:~# host 45.83.122.78

Jika anda ingin menggunakan utility online, buka link url di bawah ini untuk memeriksa zona PTR domain anda.

Jika Anda tidak tahu mengapa ini perlu, maka Anda harus tahu bahwa penggunaan DNS terbalik (zona PTR) diperlukan untuk pengoperasian email yang lebih benar (jika Anda memiliki server email, lebih baik melakukannya untuk IP-nya). Jika tidak, email yang dikirim melalui layanan SMTP Anda mungkin "dialihkan" oleh sebagian besar relai email.