Perintah gpart Untuk Mengelola Partisi Disk di FreeBSD - Part 2
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel bagian sebelumnya. Pada artikel ini akan kita lanjutkan dengan perintah gpart lainnya. Biar anda tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari perintah gpart, saya sarankan membaca artikel sebelumnya. Bila anda menginginkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perintah gpart dan lainnya, saya saranakan membaca buku yang saya tulis "The FreeBSD Handbook - System Administrator".
Pada artikel sebelumnya, yaitu pada point "C", pembahasan perintah gpart sampai pada point "f". Pada artikel ini akan kita mulai dari point "g".
g. Memodifikasi Atribut Partisi - gpart modify
Perintah gpart modify hanya dapat mengubah tipe/jenis partisi dan label partisi. Untuk mengubah jenis dan label partisi anda harus mengidentifikasi dengan opsi -i (indeks).
Untuk dapat menggunakan tiap opsi gpart modify, anda dapat membacanya pada tabel di bawah ini:
| OPSI | Keterangan |
|---|---|
| -f flags | Bendera operasional tambahan. Lihat bagian berjudul "BENDERA OPERASIONAL" di bawah ini untuk pembahasan tentang penggunaannya. |
| -i index | Menentukan indeks partisi yang akan dimodifikasi. |
| -l label | Ubah label partisi menjadi label. |
| -t type | Ubah tipe partisi menjadi type. |
Pada tabel di atas, dapat kita lihat bahwa perintah gpart modify hanya dapat mengerjakan opsi -l dan -t dengan acuan opsi -i.
g.1. Mengubah Label Partisi
Pada contoh di bawah ini akan kami berikan cara mengubah label sebuah hard disk.
root@ns4:~ # gpart show -l ada0
=> 40 488397088 ada0 GPT (233G)
40 1024 1 gptboot0 (512K)
1064 984 - free - (492K)
2048 4194304 2 swap0 (2.0G)
4196352 484200448 3 zfs0 (231G)
488396800 328 - free - (164K)
Perhatikan pesan yang ditampilkan oleh perintah gpart show. Keterangan di atas menjelaskan nama label hard disk adalah "zfs0" dengan indeks angka 3. Nama label tersebut akan kita ubah menjadi "hard-disk-1" dengan perintah gpart modify seperti contoh di bawah ini.
root@ns4:~ # gpart modify -i 3 -l hard-disk-1 ada0
ada0p3 modified
Setelah anda ubah nama labelnya menjadi hard-disk-1, jalankan perintah gpart show untuk melihat apakah nama label tersebut telah diubah atau belum.
root@ns4:~ # gpart show -l ada0
=> 40 488397088 ada0 GPT (233G)
40 1024 1 gptboot0 (512K)
1064 984 - free - (492K)
2048 4194304 2 swap0 (2.0G)
4196352 484200448 3 hard-disk-1 (231G)
488396800 328 - free - (164K)
Pada perintah di atas dapat kita lihat, nama label "zfs0" telah diubah menjadi "hard-disk-1".
root@ns4:~ # diskinfo /dev/gpt/namalabel
/dev/gpt/namalabel 512 2147483648 4194304 0 1048576 261 255 63
g.2. Mengubah Jenis Partisi
Dengan gpart modify anda juga dapat mengubah jenis partisi hard disk. Partisi yang sudah ada dapat anda ubah jenisnya, perhatikan partisi dari sebuah Flashdisk di bawah ini.
root@ns4:~ # gpart show da0
=> 40 30834608 da0 GPT (15G)
40 2008 - free - (1.0M)
2048 14680064 1 freebsd-ufs (7.0G)
14682112 2097152 2 freebsd-ufs (1.0G)
16779264 4194304 3 freebsd-ufs (2.0G)
20973568 9861080 - free - (4.7G)
Ada tiga jenis partisi, yaitu freebsd-ufs dengan nomor index 1, 2 dan 3. Karena anda ingin membuat file swap, salah satu partisi freebsd-ufs tersebut akan kita ubah menjadi partisi swap, misalnya indeks no 2 akan kita ubah menjadi swap. Untuk mengerjakan hal tersebut anda cukup menjalankan perintah di bawah ini.
root@ns4:~ # gpart modify -i 2 -t freebsd-swap da0
da0p2 modified
Sekarang kita lihat perubahan dari perintah di atas dengan gpart show.
root@ns4:~ # gpart show da0
=> 40 30834608 da0 GPT (15G)
40 2008 - free - (1.0M)
2048 14680064 1 freebsd-ufs (7.0G)
14682112 2097152 2 freebsd-swap (1.0G)
16779264 4194304 3 freebsd-ufs (2.0G)
20973568 9861080 - free - (4.7G)
h. Mengubah Ukuran Partisi - gpart resize
Tiap partisi memiliki ukuran yang telah ditetapkan, namun anda dapat mengubah ukuran partisi tersebut sesuai keinginan. Perintah gpart resize dapat anda gunakan untuk mengubah ukuran partisi yang sudah ada dalam sebuah disk.
Seperti biasa, sebelum menjalankan perintah gpart, lihat partisi yang aktif saat ini.
root@ns4:~ # gpart show da0
=> 40 30834608 da0 GPT (15G)
40 512 1 freebsd-boot (256K)
552 2097152 2 freebsd-swap (1.0G)
2097704 12582912 3 freebsd-ufs (6.0G)
14680616 16154032 - free - (7.7G)
Pada perintah di atas, ada ruang kosong di akhir disk sekitar 7.7G. Karena partisi hanya dapat diubah ukurannya menjadi potongan ruang yang bersebelahan, untuk mengubah ukuran partisi kedua (yaitu partisi root), kita perlu menghapus partisi ketiga (yang aman karena partisi swap hanya menampung data sementara), mengubah ukuran partisi kedua, lalu membuat ulang partisi swap.
Jika anda telah mengaktifkan swap dengan perintah swapon /dev/da0, matikan terlebih dahulu file swap di da0.
root@ns4:~ # swapoff /dev/da0
Langkah berikutnya haapus partisi swap. Karena file swap berada di indek no 2, anda hapus file swap tersebut dengan perintah gpart delete.
root@ns4:~ # gpart delete -i 2 /dev/da0
Lihat perubahan dari perintah penghapusan partisi swap tersebut.
root@ns4:~ # gpart show /dev/da0
=> 40 30834608 da0 GPT (15G)
40 512 1 freebsd-boot (256K)
552 2097152 - free - (1.0G)
2097704 12582912 3 freebsd-ufs (6.0G)
14680616 16154032 - free - (7.7G)
Kemudian kita ubah ukuran partisi freebsd-ufs menjadi 12G. Perhatikan nomor indek partisi freebsd-ufs tersebut. Untuk mengubah ukuran partisi freebsd-ufs dari 6.0G menjadi 12G, jalankan perintah di bawah ini.
root@ns4:~ # gpart resize -i 3 -s 12G -a 4k da0
da0p3 resized
Seperti biasa, lihat hasilnya dengan perintah gpart show.
root@ns4:~ # gpart show da0
=> 40 30834608 da0 GPT (15G)
40 512 1 freebsd-boot (256K)
552 2097152 - free - (1.0G)
2097704 25165824 3 freebsd-ufs (12G)
27263528 3571120 - free - (1.7G)
Dari perintah di atas masih ada ruang kosong 1.7G. Sisa ukuran tersebut akan kita gunakan untuk menyimpan file swap. Untuk membuat partisi swap anda dapat menjalankan perintah berikut.
root@ns4:~ # gpart add -t freebsd-swap -a 4k da0
da0p2 added
i. Menginstal Kode Booting Ke Partisi - gpart bootcode
Untuk menginstal kode booting ke metadata skema partisi pada disk, gunakan perintah gpart bootcode. Misalnya, untuk menginstal kode booting GPT pada da0, gunakan:
root@ns4:~ # gpart bootcode -b /boot/pmbr -p /boot/gptboot -i 1 da0
partcode written to da0p1
bootcode written to da0
Perintah di atas akan menginstal kode boot GPT pada partisi pertama -i (indek 1) pada disk da0. Sedangkan opsi -b menentukan kode boot PMBR (Protective MBR), dan opsi -p menentukan kode boot GPT.
Jika anda ingin menggunakan kode boot ZFS, ganti gptboot dengan gptzfsboot.
root@ns4:~ # gpart bootcode -b /boot/pmbr -p /boot/gptzfsboot -i 1 da0
partcode written to da0p1
bootcode written to da0
j. Membuat Partisi Cadangan - gpart backup
Membuat partisi cadangan sangat penting, untuk mengantisipasi kegagalan sistem. Dengan adanya partisi cadangan, kita dapat dengan mudah memulihkan partisi yang rusak atau hilang.
Membuat partisi cadangan dapat anda kerjakan dengan perintah gpart backup. Perintah ini menampilkan informasi tentang tabel partisi dalam format teks khusus. Anda dapat mengarahkan informasi ini ke file, atau mengirimkannya ke perintah gpart restore untuk memulihkan partisi.
Berikut adalah perintah sederhana gpart backup.
root@ns4:~ # gpart backup ada0
GPT 128
1 freebsd-boot 40 1024 gptboot0
2 freebsd-swap 2048 4194304 swap0
3 freebsd-zfs 4196352 484200448 zfs0
Agar perintah gpart backup dapat dioperasikan secara optimal, pada saat pemulihan. Sebaiknya buat file khusus untuk partisi cadangan, seperti contoh berikut ini.
root@ns4:~ # gpart backup da0 > /mnt/da0.backup
k. Memulihkan Partisi - gpart restore
Jika tak sengaja anda menghancurkan tabel partisi skema GPT, Anda masih memiliki beberapa opsi untuk memulihkannya. Dengan catatan, ana telah melakukan pencadangan partisi dengan perintah gpart backup, jika tidak, maka Anda memiliki lebih banyak hal yang harus dilakukan.
Sekarang, jika Anda sebelumnya telah membuat cadangan tabel partisi menggunakan perintah gpart backup, maka Anda beruntung dan kemungkinan besar hanya perlu beberapa perintah shell untuk membuat sistem kembali normal.
Kami akan berikan contoh menjalankan perintah gpart restore untuk mengembalikan partisi yang terhapus. Ikuti tiap perintah yang kami contohkan.
k.1. Hapus Partisi
root@ns4:~ # gpart destroy -F /dev/da0
k.2. Buat tabel skema partisi dan jenis partisi.
root@ns4:~ # gpart create -s gpt da0
root@ns4:~ # gpart add -s 64k -t freebsd-boot da0
root@ns4:~ # gpart add -s 6G -t freebsd-ufs da0
root@ns4:~ # gpart add -t freebsd-swap da0
root@ns4:~ # gpart bootcode -b /boot/pmbr -p /boot/gptboot -i 1 da0
Sekarang anda lihat isi partisi yang ada di disk da0.
root@ns4:~ # gpart show da0
=> 40 30834608 da0 GPT (15G)
40 128 1 freebsd-boot (64K)
168 12582912 2 freebsd-ufs (6.0G)
12583080 18251568 3 freebsd-swap (8.7G)
Perintah di atas sama persis dengan pengaturan default FreeBSD saat proses instalasi.
- Partisi pertama haruslah freebsd-boot dan ukurannya kemungkinan besar adalah 64k.
- Partisi kedua adalah partisi root (freebsd-ufs).
- Partisi yang ketiga adalah swap (freebsd-swap).
- Partisi lainnya bergantung pada konfigurasi Anda.
k.3. Buat Partisi Cadangan
root@ns4:~ # gpart backup da0 > /mnt/da0.backup
k.4. Hapus Partisi
root@ns4:~ # gpart destroy -F /dev/da0
k.5. Pulihkan Partisi
root@ns4:~ # gpart restore -F da0 < /mnt/da0.backup
Pada perintah pemulihan, opsi -F mula-mula akan membersihkan sepenuhnya data yang ada dari tabel partisi, kemudian memulihkan tabel tersebut dari berkas.
Perntah utama gpart yang ada di man gpart, sudah dibahas secara detail. Anda hanya pelajari saja tiap perintah yang dijalankan. Jika anda kesulitan dalam mempelajari perintah gpart, dapat berkomentar atau mengunjungi langsung situs resmi gpart.
