Instalasi Aria2 Metalink Di FreeBSD Untuk Mengunduh File Torrent

Terbit: Perbarui:
Tags


Metalink adalah standar terbuka yang dapat mempermudah proses pengunduhan file dengan menggabungkan berbagai cara FTP HTTP P2P untuk memasukkan file ke dalam satu format agar pengunduhan lebih mudah dan cepat.

Saat ini hanya aria2 yang memiliki beberapa dukungan Metalink. Aria2 memiliki beberapa dependensi, tetapi sama sekali tidak perlu menjejalkannya ke dalam sistem dasar. FETCH_DEPENDS akan bekerja dengan sangat baik.

Aria2 adalah utilitas untuk mengunduh berkas torrent. Protokol yang didukung adalah HTTP(S), FTP, SFTP, BitTorrent, dan Metalink. Keunggulan Aria2 adalah dapat mengunduh berkas dari berbagai protokol dengan memanfaatkan lebar pita unduhan maksimum jaringan internet Anda.

Keunggulan lain dari Aria2 adalah mendukung pengunduhan berkas dari berbagai protokol seperti HTTP HTTPS FTP SFTP dan BitTorrent secara bersamaan, sementara data yang diunduh dari HTTP HTTPS FTP SFTP diunggah ke jaringan BitTorrent. Dengan menggunakan Metalink chunk checksum, aria2 secara otomatis memvalidasi potongan data saat mengunduh berkas seperti BitTorrent.

Artikel ini akan menjelaskan cara mengkonfigurasi Aria2 sebagai alat untuk mengunduh file torrent. Dalam praktiknya, kita akan menjalankan Aria2 dengan Google Chrome melalui protokol HTTP/HTTPS pada port 80 dan 443.

Dengan tampilan GUI Web yang elegan, Aria menawarkan kecepatan dan stabilitas dalam mengunduh file torrent. Kestabilannya, dapat dijadikan pilihan utama bagi yang senang dengan file torrent.

1. Instalasi Aria2

Pada tahap instalasi aria2, sistem yang digunakan adalah FreeBSD 13.2 dengan IP Server Lan 192.168.9.3. Karena kita akan menjalankan Aria2 pada protokol HTTP/HTTPS, maka kita memerlukan Web Server seperti Apache atau NGINX yang menjembatani Aria2 dengan web browser agar Aria2 dapat berjalan pada port 80 dan 443.

Sebelum kita mulai menginstal aria2, kita install terlebih dahulu apache24, php mod dan scgi mod. Pada artikel ini kita tidak akan menjelaskan cara konfigurasi Apache24, kalian bisa membaca artikel sebelumnya yang membahas tentang instalasi dan konfigurasi Apache24. Oke, langsung saja kita mulai instalasinya.

root@router2:~ # cd /usr/ports/sysutils/screen
root@router2:/usr/ports/sysutils/screen # make install clean

root@router2:~ # cd /usr/ports/lang/php82
root@router2:/usr/ports/lang/php82 # make install clean

root@router2:~ # cd /usr/ports/www/mod_php82
root@router2:/usr/ports/www/mod_php82 # make install clean

root@router2:~ # cd /usr/ports/www/mod_scgi
root@router2:/usr/ports/www/mod_scgi # make install clean

root@router2:~ # cd /usr/ports/security/ca_root_nss
root@router2:/usr/ports/security/ca_root_nss # make install clean

Setelah kita berhasil menginstal semua aplikasi di atas, kita lanjutkan dengan menginstal aria2.

root@router2:~ # cd /usr/ports/www/aria2
root@router2:/usr/ports/www/aria2 # make install clean

Tunggu hingga proses instalasi selesai. Setelah proses instalasi selesai, coba buka file /usr/local/etc/rc.d/aria2. Jika Anda perhatikan skripnya, tertulis skrip pengguna dan grup.

Di akhir instalasi, aria2 tidak membuat pengguna dan grup, tidak seperti apache24 yang secara otomatis membuat pengguna dan grup www. Kita harus membuat pengguna dan grup untuk Aria2 secara manual, skripnya adalah sebagai berikut.

root@router2:~ # pw useradd aria2 -s /sbin/nologin

2. Konfigurasi php dan scgi mods

Mod php dan scgi ini diperlukan agar aria2 dapat terhubung ke peramban web seperti Yandex atau Google Chrome. Kita akan mengonfigurasi kedua mod ini dengan apache24. Sekarang Anda membuka berkas /usr/local/etc/apache24/httpd.conf, tempatkan skrip berikut di bagian paling akhir atau bawah berkas httpd.conf.

Alias /webui-aria2/ "/usr/local/www/webui-aria2/docs/"
<Directory "/usr/local/www/webui-aria2/docs">
 AllowOverride None
    Options None
    Require all granted
</Directory>

<FilesMatch "\.php$">
    SetHandler application/x-httpd-php
</FilesMatch>
<FilesMatch "\.phps$">
    SetHandler application/x-httpd-php-source
</FilesMatch>

AddType application/x-compress .Z
AddType application/x-gzip .gz .tgz

AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php .php .phtml .php3
AddType application/x-httpd-php-source .phps

LoadModule scgi_module libexec/apache24/mod_scgi.so

Setelah itu, buat file /usr/local/etc/apache24/Includes/scgi.conf untuk mod scgi (otorisasi diperlukan untuk keamanan) dan masukkan skrip di bawah ini.

root@router2:~ # touch /usr/local/etc/apache24/Includes/scgi.conf
root@router2:~ # ee /usr/local/etc/apache24/Includes/scgi.conf
<IfModule mod_scgi.c>
SCGIMount /RPC2 192.168.9.3:6800
SCGIServerTimeout 60

 <Location /RPC2>
 Allow from all
 SetHandler scgi-handler
 SCGIServer serv0:6800
 SCGIHandler On
 Options -Multiviews
 </Location>

</IfModule>

3. Konfigurasi Aria2

Langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi aria2. Agar aria2 dapat berjalan secara otomatis saat komputer dinyalakan, buat skrip berikut dalam berkas rc.conf.

root@router2:~ # ee /etc/rc.conf
aria2_enable="YES"
aria2_config="/usr/local/etc/aria2/aria2.conf"
aria2_user="aria2"
aria2_group="aria2"

Buat folder untuk menaruh file yang diunduh dan file konfigurasi aria2.conf.

root@router2:~ # mkdir -p /usr/local/etc/aria2/downloads
root@router2:~ # mkdir -p /usr/local/etc/aria2/sessions

Karena di akhir instalasi aria2 tidak disertakan berkas konfigurasi yaitu berkas aria2.conf, maka kita buat berkas aria2.conf pada folder /usr/local/etc/aria2.

root@router2:~ # touch /usr/local/etc/aria2/aria2.conf
root@router2:~ # touch /usr/local/etc/aria2/aria2.log
root@router2:~ # chown -R aria2:aria2 /usr/local/etc/aria2/

Skrip chown di atas akan menyediakan pengguna dan grup di folder /usr/local/etc/aria2 beserta file-file di folder tersebut. Sekarang kita edit file aria2.conf dan masukkan skrip berikut di file aria2.conf.

root@router2:~ # ee /usr/local/etc/aria2/aria2.conf
dir=/usr/local/etc/aria2/downloads
file-allocation=trunc
continue=true
daemon=true
## Logs
log=/usr/local/etc/aria2/aria2.log
console-log-level=warn
log-level=notice
## Some Limits
max-concurrent-downloads=5
max-connection-per-server=5
min-split-size=20M
split=4
disable-ipv6=true
##
#input-file=/home/user/.aria2/aria2.session
#save-session=/home/user/.aria2/aria2.session
#save-session-interval=30
## RPC
enable-rpc=true
rpc-allow-origin-all=true
rpc-listen-all=true
# Port for JSON RPC
rpc-listen-port=6800
rpc-secret=rVD+dqH5Zcf2tPXH8pWPpz/IctF1OMSt/O+2dCyxMV0=
# Your Certificate file
#rpc-certificate=/usr/local/etc/aria2/aria2.pfx
ca-certificate=/etc/ssl/cert.pem
# Enable encryption
#rpc-secure=true
## Torrents Settings
follow-torrent=mem
follow-metalink=mem
enable-dht6=false
peer-id-prefix=-TR2770-
user-agent=Transmission/2.77
seed-time=0
#seed-ratio=1.0
bt-seed-unverified=true
bt-save-metadata=true
bt-force-encryption=true
# Torrent TCP port
listen-port=6801
# Torrent UDP port
dht-listen-port=6801

Berikutnya kita akan membuat token yang akan kita gunakan untuk mengonfigurasi GUI Web aria2, karena jika token ini tidak dibuat, aria2 tidak akan terhubung ke GUI Web.

root@router2:~ # openssl rand -base64 32
rVD+dqH5Zcf2tPXH8pWPpz/IctF1OMSt/O+2dCyxMV0=
root@router2:~ #

Untuk memudahkan Anda, simpan token di Notepad. Anda memasukkan token rVD+dqH5Zcf2tPXH8pWPpz/IctF1OMSt/O+2dCyxMV0= ke dalam file aria2.conf di atas dalam skrip rpc-secret=rVD+dqH5Zcf2tPXH8pWPpz/IctF1OMSt/O+2dCyxMV0=.

4. Konfigurasi Panel Kontrol Berbasis Web Aria2

Panel kontrol ini akan muncul di Web Browser, dengan panel kontrol ini kita dapat menambahkan untuk menghapus file torrent dan lainnya. Untuk mengonfigurasi panel kontrol, Anda dapat mengunduh file di Github.

root@router2:~ # cd /usr/local/www
root@router2:~ # git clone https://github.com/ziahamza/webui-aria2.git
root@router2:~ # chown -R www:www /usr/local/www/webui-aria2
root@router2:~ # chmod -R 777 /usr/local/www/webui-aria2

Setelah semuanya dikonfigurasi, langkah berikutnya adalah memulai ulang/menyalakan ulang komputer Anda.

root@router2:~ # reboot

Setelah komputer kembali normal, sebelum kita menguji, Anda terlebih dahulu me-restart aria2.

root@router2:~ # service aria2 restart
root@router2:~ # service apache24 restart

Setelah itu kita TEST dengan cara mengunduh file torrent, buka Yandex Web Browser atau Google Chrome, ketik "http://192.168.9.3/webui-aria2/". Jika konfigurasi di atas belum selesai maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut.

Aria2 Metalink
Tampilan Dashboard Aria2 Metalink

Gambar di atas adalah tampilan Web GUI aria2. Kita lanjutkan dengan melakukan pengaturan Web GUI, klik menu Settings lalu klik menu Connection Settings, Anda atur seperti pada gambar berikut.

Koneksi Aria2 Metalink
Pengaturan Koneksi Aria2 Metalink

Masukkan host adalah IP FreeBSD Lan Server, masukkan port adalah port rpc dan masukkan secret adalah token yang telah kita buat sebelumnya untuk file aria2.conf setelah itu klik Save Connection configuration. Sekarang server aria2 Anda sudah BERJALAN, Anda dapat mengunduh file torrent sesuai keinginan. File yang diunduh nantinya akan disimpan di folder /usr/local/etc/aria2/downloads.

Dalam panduan ini, kita telah belajar cara menginstal aria2 pada sistem FreeBSD 14 dan menggunakannya untuk mengunduh file melalui beragam protokol.

Kita juga mempelajari cara menggunakan aria2 untuk menghentikan atau melanjutkan unduhan, mengunduh file dari berbagai sumber secara bersamaan guna mempercepat proses unduhan, serta mengkonfigurasi klien aria2 dengan pengaturan yang paling sederhana. Meskipun Aria2 bukan pengganti sempurna bagi wget atau git, perangkat serbaguna ini tetap dapat diandalkan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan pengunduhan Anda.